Berita Utama

Bersama Dr. M. Sa’i Rangkuti sebagai Tim Advokasi Hukum TKD Prabowo-Gibran Sumut, Mahasiswi Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Medan, Mengaku Sempat Menolak dengan Teriakan “No, No, No”, Terlapor WNA

×

Bersama Dr. M. Sa’i Rangkuti sebagai Tim Advokasi Hukum TKD Prabowo-Gibran Sumut, Mahasiswi Laporkan Dugaan Kekerasan Seksual di Medan, Mengaku Sempat Menolak dengan Teriakan “No, No, No”, Terlapor WNA

Sebarkan artikel ini

Mahasiswi asal Simalungun membuat laporan ke Polda Sumut atas dugaan kekerasan seksual, pihak kuasa hukum mendorong proses yang profesional, objektif, dan transparan

Kolase MNN didampingi kuasa hukum di Polda Sumatera Utara, Medan, dalam proses pelaporan dugaan kekerasan seksual dan sosok terduga pelaku berinisial MK yang disebut sebagai WNA, 17 April 2026. (seputaranindonesia.com/Foto: Ist).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diajukan seorang mahasiswi bernama MNN (25). Laporan tersebut resmi tercatat pada Jumat, 17 April 2026 pukul 14.23 WIB dengan Nomor: STTLP/B/599/IV/2026/SPKT/Polda Sumatera Utara.

Pelaporan dilakukan korban di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan didampingi tim kuasa hukum yang dipimpin Dr. M. Sa’i Rangkuti, SH., MH., bersama Nirmala Indraloka, SH., Rizky Fatimantara Pulungan, SH., Muhammad Rafi Makarim, SH., dan Muhammad Fahmi Hasibuan, SH.

Dalam aduannya, korban merujuk pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), khususnya Pasal 6. Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi pada Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB di salah satu unit apartemen Mansyur Residence, Jalan Dr. Mansyur No. 165, Kecamatan Medan Sunggal.

Keterangan dalam laporan menyebutkan korban telah mengenal terlapor berinisial MK—yang disebut sebagai warga negara asing—sejak Februari 2026. Pertemuan keduanya di lokasi kejadian awalnya direncanakan untuk menonton film.