Hukum & Kriminal

Bentrokan Pemuda di Belawan Renggut Dua Nyawa, Satu Pelaku Ditangkap

6
×

Bentrokan Pemuda di Belawan Renggut Dua Nyawa, Satu Pelaku Ditangkap

Sebarkan artikel ini

Warga Bagan Deli dan Pekan Labuhan tewas dalam insiden berbeda; polisi masih memburu pelaku di Kampung Kolam.

penanganan darurat kepada korban tawuran di IGD rumah sakit di wilayah Medan Belawan saat korban berada dalam kondisi luka berat, Minggu (8/2/2026). (seputaranindonesia.com/Foto: is.)

MEDAN, seputaranindonesia.com – Gelombang tawuran yang kembali terjadi di wilayah pesisir Kota Medan berujung duka. Dalam rentang sepekan, dua warga sipil meninggal dunia setelah berada di lokasi bentrokan antar kelompok pemuda di Kecamatan Medan Belawan.

Korban pertama adalah M Dian Iqbal Saragih (33), warga Kelurahan Bagan Deli. Ia meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) subuh setelah terkena peluru nyasar. Saat kejadian, korban diketahui hendak berangkat untuk berjualan ikan, aktivitas rutin yang biasa dilakoninya setiap pagi.

Peristiwa kedua menimpa Kiki Ahmad Febri (21), warga Jalan Jaring Udang V Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Pemuda tersebut meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin saat melintas di kawasan Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor yang dikendarai Kiki kehabisan bahan bakar ketika melintas di lokasi. Saat ia mendorong kendaraannya, bentrokan antar kelompok pemuda tengah berlangsung. Dalam situasi ricuh tersebut, korban diduga menjadi sasaran salah tembak.

Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan guna mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas dua peristiwa tersebut.

“Dari dua kasus tersebut, pelaku utama tawuran di Bagan Deli telah berhasil ditangkap oleh Polres Pelabuhan Belawan dalam waktu kurang dari 1×24 jam. Sementara pelaku tawuran di kawasan Kampung Kolam masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang rawan bentrokan. Warga juga diminta segera melapor jika mengetahui adanya indikasi aksi tawuran agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban.

Fenomena tawuran yang kerap terjadi di kawasan Medan Belawan menjadi perhatian berbagai kalangan. Selain langkah penegakan hukum, dibutuhkan sinergi antara keluarga, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar konflik serupa tidak terus berulang dan merenggut korban jiwa.