MEDAN, seputaranindonesia.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya melindungi pekerja formal maupun informal. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Togap Simangunsong saat membuka Paritrana Award Sumut 2025 di Grand City Hall, Jalan Balai Kota Nomor 1, Medan, Selasa (16/9/2025).
Menurut Togap, dukungan pemerintah terhadap program BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kepatuhan dan tanggung jawab dalam memastikan perlindungan bagi tenaga kerja di berbagai sektor.
“Peran pemerintah sangat besar, apalagi kategori pekerja yang dilindungi semakin luas. Tujuan utama kita adalah agar tidak ada kemiskinan baru akibat risiko kerja, misalnya karena seorang pekerja meninggal dunia atau mengalami kecelakaan. Karena itu, kami berkomitmen mendukung penuh program-program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Togap.
Kolaborasi untuk Tingkatkan Kepesertaan dan Kepatuhan
Togap menekankan bahwa peningkatan kepesertaan dan kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia menilai masih banyak peserta yang terdaftar, namun belum patuh membayar iuran secara rutin.
“Banyak ikut sebagai peserta, tetapi tidak patuh itu salah. Patuh berarti membayar secara rutin karena iuran itu digunakan untuk melindungi para pekerja, seperti honorer, buruh, tenaga kerja rentan, jasa konstruksi, petani, hingga pengurus desa dan kelurahan,” jelasnya.
Harapan Paritrana Award 2025
Kepala Kantor Wilayah Sumbagut BPJS Ketenagakerjaan, I Nyoman Suarjaya, menjelaskan bahwa Paritrana Award diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda) yang aktif mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Penghargaan ini menjadi pemicu agar Pemda dan stakeholder lain ikut memberikan dukungan. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan jaminan sosial bagi pekerja kita baik formal maupun informal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan Paritrana Award tahun ini diisi dengan pelatihan dan wawancara online nominasi peserta. “Kami berharap nominator yang terpilih nantinya benar-benar berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional, baik dari segi ide maupun inovasi dalam mendukung program BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Nyoman.
Hadirkan Pakar dan Pemangku Kepentingan
Acara pembukaan Paritrana Award Sumut 2025 turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Sumut Yuliani Siregar, Kepala Biro Hukum Aprilla Haslantini, jajaran BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut, serta tim penilai yang terdiri dari kalangan akademisi dan pakar, di antaranya Prof Haposan Sialagan, Dr Agusmidah, dan Dr Wahyu Ario Pratomo.
Dengan adanya Paritrana Award, Pemprov Sumut bersama BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat memperkuat komitmen perlindungan bagi para pekerja, sekaligus mencegah timbulnya kerentanan sosial ekonomi akibat risiko kerja.













