Selain itu Rico Waas juga mengapresiasi dengan digelarnya lomba karya tulis jurnalis ini, sebab dapat merangsang pemikiran jurnalis dalam mengembangkan literasi sebuah karya.
“Idealisme dari seorang jurnalis penting untuk terus dijaga netralitasnya, agar tidak terjerumus dalam sebuah pemberitaan yang dibentuk orang lain, namun hanya di bentuk oleh wartawan itu sendiri,”pungkasnya.
Sementara itu Ketua KoJAM Joko Irawan menjelaskan lomba karya tulis jurnalis ini berawal dari ide rekanya yang bernama Indra yang pada saat sakit menggunakan program UHC-JKMB.
Dengan hadirnya program UHC-JKMB ini, bilang Joko, membantu masyarakat Kota Medan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan hanya menggunakan KTP, baik itu pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit.













