“Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung selama periode tersebut kini kondisinya sudah mulai melandai,” kata Tito.
Menanggapi hal itu, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota disebut telah mengambil sejumlah langkah strategis, seperti rekonsiliasi, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air.
“Kemiskinan harus turun 0,86 persen per tahun agar target penurunan menjadi 5 persen pada tahun 2029 bisa tercapai,” ucap Muhaimin.
Ia menyebutkan, jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat sebanyak 23,85 juta orang. Sementara itu, jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 2,38 juta orang.
Menurut Muhaimin, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi penanggulangan kemiskinan, di antaranya dengan penguatan jaminan sosial, bantuan tepat sasaran, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penciptaan peluang usaha. Selain itu, strategi juga mencakup penurunan kantong kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, pemenuhan infrastruktur dasar, dan pemberdayaan berbasis kawasan.













