Tak hanya itu, Heidi juga mengungkapkan bahwa Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Serdang Bedagai pada tahun 2024 mencapai 93,39 persen dengan predikat “sangat baik.”
“Pemkab berkomitmen menjaga dan terus meningkatkan capaian ini sebagai bagian dari program nasional pengurangan emisi karbon,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, Syafrizalsyah, menegaskan bahwa penanaman aren ini merupakan bagian dari program “Bank Sumut Bangun Desa” tahun 2025, dengan target penanaman total 64.000 batang aren di seluruh wilayah Sumatera Utara.
“Tanaman aren kami pilih karena punya peran penting dalam konservasi tanah dan air, perawatannya mudah, dan menghasilkan produk turunan bernilai tinggi,” ujarnya.
Syafrizalsyah juga menambahkan bahwa aren berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Dengan masa panen sekitar 4–5 tahun, aren diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa melalui usaha-usaha kecil berbasis produk olahan nira.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Yayasan Budaya Hijau Indonesia, Bathara Surya Yusuf. Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil studi, satu pohon aren bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp80.000 per hari. Dengan asumsi produksi aktif selama 25 hari, total 4.000 batang aren yang ditanam kali ini berpotensi menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp8 miliar per bulan.













