Sosial

Sungai Deli Jadi Lintasan Adu Nyali, FAJI Medan Bidik Sport Tourism dan Atlet Nasional

×

Sungai Deli Jadi Lintasan Adu Nyali, FAJI Medan Bidik Sport Tourism dan Atlet Nasional

Sebarkan artikel ini

MRC 2026 Series I diikuti 20 tim, sekaligus diwarnai aksi bersih sungai, penanaman pohon dan pelatihan Water Rescue bagi warga.

Puluhan atlet mengikuti Medan Rafting Championship (MRC) 2026 Series I di lintasan Sungai Deli, kawasan Taman Maharani Aloha, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/8/2026). (seputaranindonesia.com/ist)

Medan, seputaranindonesia.com – Sungai Deli tak hanya menjadi aliran air yang membelah Kota Medan. Melalui Medan Rafting Championship (MRC) 2026 Series I, sungai tersebut disulap menjadi lintasan olahraga sekaligus ruang untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan.

Kejuaraan yang digelar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan selama dua hari, 28-29 Agustus 2026, di kawasan Taman Maharani Aloha, Medan, Sumatera Utara, itu mempertemukan 20 tim dari berbagai daerah di Sumatera Utara.

Para peserta beradu kemampuan dalam sejumlah nomor, di antaranya Sprint dan Head to Head. Kecepatan perahu, kekompakan tim serta kemampuan membaca karakter arus menjadi penentu dalam persaingan di Sungai Deli.

Namun, bagi FAJI Kota Medan, kompetisi tersebut memiliki misi yang lebih luas. MRC 2026 dirancang tidak hanya untuk menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga menghidupkan kembali perhatian masyarakat terhadap kondisi sungai.

Ketua Umum FAJI Kota Medan, Muhammad Fadli, mengapresiasi perjuangan seluruh klub yang tampil dalam kompetisi tersebut.

“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada para klub yang tampil luar biasa dengan daya juang pantang menyerah di lintasan Sungai Deli. Seluruh peserta telah membuktikan kualitas, ketangguhan, dan kecintaan mereka pada olahraga arung jeram ini,” kata Muhammad Fadli, Minggu (30/8/2026).

Menurut Fadli, semangat MRC tidak berhenti pada persaingan mendapatkan podium. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi bagian dari gerakan untuk membangun kembali kepedulian terhadap kelestarian sungai di Kota Medan.

“Medan Rafting Championship 2026 bukan sekadar tentang siapa yang tercepat menaklukkan arus Sungai Deli, melainkan sebuah gerakan bersama untuk mengembalikan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai di Kota Medan,” ujarnya.

Pesan tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan pendukung. FAJI Kota Medan menggelar aksi bersih Sungai Deli, melakukan penanaman pohon bersama komunitas lingkungan serta memberikan pelatihan Water Rescue kepada warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat di kawasan perairan.