“Seluruh warga harus waspada terhadap cuaca ekstrem. Pantau terus informasi terkini terkait cuaca,” pesan Andi Agung kepada masyarakat.
Berdasarkan data dari BMKG Hang Nadim, curah hujan yang terjadi pada Senin, 14 Oktober 2024, dikategorikan sebagai hujan lebat dengan intensitas mencapai 10-20 mm per jam atau 50-100 mm per hari. Kondisi ini masuk dalam kategori curah hujan tinggi, yang sangat berpotensi memicu banjir di sejumlah titik rendah di Batam.
Andi Agung menambahkan, penyebab utama banjir adalah sistem drainase yang belum memadai untuk menampung air hujan dalam jumlah besar. Hal ini terutama terjadi di beberapa ruas jalan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
“Kami menyadari ada beberapa titik yang belum bisa diatasi karena ketersediaan drainase yang belum optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Agung menekankan bahwa Pemko Batam akan melakukan normalisasi drainase guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Kami berharap dengan dilakukan normalisasi, banjir seperti ini tidak akan terjadi lagi,” kata Andi Agung optimistis.
Selain itu, ia juga memastikan bahwa Pemko Batam berkomitmen untuk terus menyelesaikan masalah banjir secara bertahap di semua titik yang rawan.













