Uncategorized

Mahasiswa Mikroskil Didorong Jadi Motor Solusi Digital untuk UMKM di Sumut

6
×

Mahasiswa Mikroskil Didorong Jadi Motor Solusi Digital untuk UMKM di Sumut

Sebarkan artikel ini
Calon Walikota Medan Rico Waas saat memberikan kuliah umum di Kampus Mikroskil. (seputaranindonesia.com/istimewa)

Medan, seputaranindonesia.com – Ketua DPW Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU) Provinsi Sumut, Rico Tri Putra Bayu Waas, atau yang akrab disapa Rico Waas, menaruh harapan besar kepada mahasiswa Universitas Mikroskil. Dalam kuliah umumnya di Kampus C Universitas Mikroskil, Jalan M.H. Thamrin, Medan, Jumat (1/11/2024), ia menegaskan pentingnya mahasiswa menjadi solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan era digital saat ini, terutama untuk mengembangkan sektor UMKM.

Rico Waas menjelaskan bahwa UMKM adalah salah satu sektor utama penggerak ekonomi masyarakat. “Dunia UMKM ini sangat menarik untuk dipelajari, karena sektor ini adalah backbone ekonomi kita. UMKM perlu terus didorong agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya di hadapan mahasiswa.

Ia mendorong mahasiswa Mikroskil untuk memahami potensi besar yang dimiliki oleh sektor UMKM. “Saya ingin mahasiswa Mikroskil menyadari bahwa kita memiliki potensi UMKM yang sangat baik. Kita butuh ide-ide mereka ke depan agar bisa memberikan solusi untuk masyarakat,” katanya.

Rico juga berharap para mahasiswa ini, kelak di masa depan, dapat menjadi pemimpin usaha atau pemilik perusahaan yang mampu menghadirkan solusi digital dan bekerja sama dengan pemerintah untuk memajukan perekonomian kota. “Apakah di masa depan mereka akan menjadi pemilik perusahaan yang bisa memberikan solusi digital dan berkolaborasi dengan pemerintah? Itu adalah harapan kita,” tambahnya.

Dalam kuliah umumnya, Rico juga menekankan pentingnya memprediksi tren ekonomi yang akan datang. “Apa yang saya sampaikan tadi bertujuan membuka cakrawala mereka agar bisa memprediksi kondisi ekonomi di satu hingga lima tahun ke depan. Prediksi ini bisa menjadi acuan bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, “Agar produk UMKM bisa menjadi barang yang hits dan laku keras, karena mengikuti pasar yang terus berkembang.”

Rico melihat adanya peluang besar dari perkembangan teknologi digital yang semakin memudahkan pemasaran produk UMKM. Namun, ia juga mengakui tantangan yang dihadapi oleh pedagang tradisional dalam beradaptasi dengan teknologi ini. “Banyak keluhan dari pedagang tradisional yang belum bisa optimal memanfaatkan digital. Oleh karena itu, kita perlu memberikan edukasi agar mereka siap terjun ke dunia digital. Ini adalah perubahan yang tidak bisa kita hindari, dan kita harus siap menyesuaikan diri,” tegasnya.

Ia menyebut mahasiswa Mikroskil sebagai generasi dengan pemikiran revolusioner, yang kini tengah mempersiapkan berbagai solusi inovatif bagi masyarakat. “Mahasiswa Mikroskil ini memiliki pemikiran revolusioner. Mereka belajar dan meneliti untuk menghasilkan solusi baru, karena solusi digital ini bukan hanya bicara soal ekonomi,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Rico menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat terus mengasah kemampuan dan bakatnya untuk memberikan kontribusi positif di era digital mendatang. “Kami sangat berharap para mahasiswa ini bisa mengembangkan bakat mereka untuk menciptakan solusi digital yang bermanfaat di masa depan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *