Aulia mengatakan, gerakan kepanduan yang ada di berbagai negara dengan nama-nama yang berbeda ini merupakan kekuatan kebersamaan untuk membangun masa depan dunia yang lebih baik.
“Kebersaman itu merupakan fondasi yang kuat. Insya Allah, jika kita punya niat dan program yang baik, gerakan kepanduan ini bisa menciptakan dunia yang lebih nyaman dan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya Ketua Kwarcab Medan, Topan Obaja Putra Ginting mengatakan Gerakan Pramuka telah lama ada di Medan. Mulai dari pelajar tingkat dasar, menengah, sampai mahasiswa, dan pekerja di Medan ikut dalam gerakan Pramuk ini.
Topan yang juga Pj Sekda Kota Medan ini mengatakan, pertemuan dilandasi visi bersama menggiat gerakan kepanduan di seluruh dunia.
“Gerakan Pramuka bukan hanya bicara tentang perkemahan, tali-temali, mengenal alam, lebih dari itu yakni bagaimana kita bisa mengikat diri dalam nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai perjuangan bangsa dan negara, patriotisme, nasionalisme,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Topan juga mengungkapkan apresiasi atas kunjungan gerakan kepanduan Kedah dan Thailand ini. Dia mengatakan, ini memperatan ikata persaudaraan antara gerakan kepanduan Indoneisa, Malaysia, dan Thailand.













