Nikson Nababan, peraih gelar doktor (S-3) Ilmu Pemerintahan dan Pembangunan IPDN itu lebih lanjut menjelaskan desa harus dimerdekakan. Sebab di desa menyimpan banyak potensi material dasar (row material), yang bisa dikembangkan dengan konsep hilirisasi.
“Sebenarnya state (negara) itu desa, state awal itu sebuah desa dan di desa itu ada row material. Nah desa itu harusnya nenjadi pusat pertumbuhan, bagaimana kita bangun sebuah desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga row material itu bisa kita lakukan hilirisasi di sana,” jelas Nikson.
Karena itu, jelas Nikson, yang harus dituntaskan terlebih dahulu adalah smart village, lalu kemudian bicara smart city. “Nah kalau itu yang terjadi kalau desa itu sudah kuat, pasti kota-kota maju karena produksi desa masuk dari sana, hilirisasi tadi, maka negara ini akan berdikari, kita akan berhenti impor,” jelasnya.
Memerdekakan desa, lanjut Nikson, juga untuk mengurangi urbanisasi. Sama seperti di Kabupaten Taput, yang meskipun penduduk bertambah setiap tahun, namun pertumbuhan ekonomi naik, dilihat dari indikator antara lain pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang maupun disparitas (kesenjangan sosial).













