“Kami (Pemko Medan) berdiri paling depan untuk menyampaikan semua agama punya peran. Semua agama boleh menunjukkan bagaimana mereka beribadah dan menyampaikan tradisi-tradisi keagamaan mereka masing-masing,” ungkapnya.
Di Kecamatan Medan Johor, jelas Bobby Nasution, telah dibangun Tugu Kerukunan. Dikatakannya, setiap hari-hari besar keagamaan, maka Tugu Kerukunan itu akan diubah.
“Kebetulan Tugu Kerukunan ini selesai dibangun ketika masuk hari besar Imlek. Begitu juga nanti ketika hari besar agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha. Kita akan menggunakan Tugu Kerukunan itu untuk menyampaikan pesan kepada warga Kota Medan yang merayakannya. Di samping itu juga untuk menyatakan bahwa seluruh warga Kota Medan juga ikut merayakannya,” paparnya.
Terakhir, Bobby Nasution kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan di Pemilu 2024. Diharapkannya, masyarakat harus dapat melahirkan tradisi pemilu yang damai dan tidak terjebak dalam perpecahan akibat perbedaan pilihan.
“Kita akan menjadi bagian dari sejarah yang terus diingat. Apabila pemilu kita jadikan sebagai ajang perpecahan, bukan tidak mungkin pemilu-pemilu selanjutnya juga akan menjadi ajang perpecahan,” pesannya.













