“Kita juga berharap Gelar Melayu Serumpun ini tidak saja memperkenalkan Melayu merupakan etnis asli Kota Medan kepada generasi muda, namun bagi pelaku industri kreatif bisa dimanfaatkan untuk saling bertukar pengetahuan, bertukar informasi dan peluang pasar karya industri kreatif di Sumut dengan negara-negara peserta,” jelasnya.
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, Gemes ke-7 tahun 2024 ini kembali masuk menjadi deretan event terbaik nusantara, yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) untuk ke tiga kalinya.
“Saya apresiasi kepada Pemprov Sumut, Pemko Medan dan Kesultanan Deli, yang menjadi tuan rumah, karena kolaborasinya menghadirkan kekayaan budaya Melayu, bukan hanya di Sumut, tetapi di seluruh wilayah nusantara. Sehingga berhak mendapatkan penghargaan KEN,” katanya, usai membuka Gemes ke-7 tahun 2024.
Sandiago juga berharap, kegiatan ini bisa menjadi pemicu geliat ekonomi parawisata dan UMKM, sehingga bisa membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan kegiatan ini bukan hanya tentang pakaian dan bukan hanya tentang musik tradisional, tetapi budaya Melayu yang mencakup nilai-nilai filosofi kehidupan dari generasi kegenerasi.













