Banda Aceh, seputaranindonesia.com – Upaya mitigasi risiko bencana dilakukan PT PLN (Persero) dengan merelokasi menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Bireuen–Takengon yang berada di wilayah rawan sinkhole di Kabupaten Aceh Tengah.
Manajer Komunikasi serta TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa relokasi dilakukan terhadap Tower SUTT nomor 76 di Desa Pondok Balik. Selama proses pekerjaan, PLN menjadwalkan pemadaman listrik sementara di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Menara tersebut akan dipindahkan sekitar 150 meter ke titik yang lebih aman untuk menghindari risiko amblas akibat pergerakan tanah di sekitar lubang sinkhole,” kata Lukman di Banda Aceh, Jumat (30/1/2026).
Relokasi menara SUTT bertegangan 150 kilovolt itu merupakan langkah mitigasi PLN untuk menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan di wilayah rawan bencana.
Selama proses pemindahan menara, PLN akan menerapkan manajemen beban yang berdampak pada pemadaman listrik sementara di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Manajemen beban dijadwalkan pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2) mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi alam di lapangan,” ujarnya.
PLN memastikan layanan vital tetap menjadi prioritas. Untuk fasilitas publik seperti rumah sakit, pasokan listrik disiapkan melalui genset. Sementara di wilayah Kota Takengon, PLN akan mengoptimalkan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
Imbauan ke Warga
Lukman mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi pemadaman tersebut. Ia menegaskan pemadaman bersifat sementara dan hanya berlangsung pada siang hingga sore hari.
“Kami berharap proses relokasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Langkah ini dilakukan semata-mata untuk menjaga keandalan dan keselamatan pasokan listrik masyarakat,” katanya.
Menurutnya, relokasi menara SUTT ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mengantisipasi dampak bencana alam serta memastikan sistem kelistrikan di Aceh tetap aman dan andal.













