Politik & Pemerintahan

Gubernur Sumut Bobby Nasution Instruksikan Kesiapsiagaan Bencana Sejak September, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

4
×

Gubernur Sumut Bobby Nasution Instruksikan Kesiapsiagaan Bencana Sejak September, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Bobby Nasution Tindaklanjuti Peringatan BMKG, Gelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Banjir Bandang untuk Lindungi Masyarakat Sumut

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Banjir Bandang secara virtual bersama Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati, pada 26/09/2025. (seputaranindonesia.com/Foto: Istimewa).

Medan, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayahnya pada akhir tahun ini. Sejak 16 September 2025, Gubernur Nasution mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 188.54/INST/2025, yang meminta seluruh bupati dan walikota di Sumut untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Instruksi ini mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Sumut, yang memperingatkan potensi curah hujan tinggi hingga kategori sedang pada periode September-November 2025.

Gubernur Bobby Nasution menjelaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bentuk antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor. “Instruksi ini bertujuan untuk memastikan seluruh daerah siap menghadapi kemungkinan terburuk dan melindungi masyarakat dari dampak bencana,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, pada 26 September 2025, Gubernur Nasution memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Banjir Bandang secara virtual dengan Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawati, yang diadakan di Kantor Camat Bahorok, Langkat. Dalam rapat tersebut, mereka membahas strategi mitigasi bencana dan upaya peningkatan kesiapsiagaan di seluruh kabupaten/kota yang berpotensi terdampak.

Gubernur Nasution menegaskan bahwa langkah-langkah ini mencerminkan perubahan paradigma dari penanggulangan reaktif menuju pencegahan dan kesiapsiagaan yang lebih solid. “Kami ingin melindungi keselamatan warga dan aset daerah dengan mempersiapkan diri lebih awal, daripada hanya bertindak setelah bencana terjadi,” tambahnya.

Upaya ini juga mencakup koordinasi yang lebih intens antara Pemerintah Provinsi Sumut dan BMKG, serta peningkatan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana. Para kepala daerah diminta untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang mendukung penanggulangan bencana, seperti posko darurat, alat berat, serta tim relawan yang terlatih.

Menurut informasi dari BMKG, curah hujan tinggi yang diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah di Sumut dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana alam, termasuk banjir bandang, longsor, dan angin kencang. Untuk itu, Gubernur Nasution berharap langkah-langkah kesiapsiagaan yang telah diambil dapat meminimalisir risiko dan dampak dari bencana tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *