Medan, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah utama perkotaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Kamis (6/11/2025).
Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
“Ini persoalan yang sudah lama dan merupakan salah satu concern Pak Presiden terkait tata kota, termasuk masalah sampah. Kita harus benar-benar serius menanganinya,” ujar Bobby Nasution.
Medan–Deliserdang Produksi Lebih dari 2.500 Ton Sampah per Hari
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, produksi sampah di dua daerah tersebut mencapai angka yang cukup tinggi:
Kota Medan: 1.200–1.700 ton per hari
Kabupaten Deliserdang: sekitar 1.400 ton per hari
Jumlah tersebut dinilai mencukupi kebutuhan operasional PLTSa yang direncanakan berlokasi di TPA Terjun.
Bobby Nasution meminta seluruh pemangku kepentingan agar menjalankan perannya secara maksimal. Sejumlah instansi seperti PDAM Tirtanadi dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) diharapkan dapat mendukung pasokan air yang dibutuhkan dalam proyek tersebut.
“Medan salah satu dari 10 kota yang menerima program ini. Jadi lakukan sebaik-baiknya, kita tindaklanjuti tugas-tugas kita,” tegas Bobby.
Deliserdang Siap Kirim 400–600 Ton Sampah ke PSEL
Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan memastikan bahwa daerahnya siap berkontribusi dalam penyediaan sampah untuk PLTSa.
“Kami siap menyuplai 400–600 ton sampah per hari ke PSEL. Untuk sisa sampahnya akan kami kelola secara mandiri. Kami juga berharap dukungan Pemprov terkait distribusi ke PSEL,” ujar Asri Ludin Tambunan.
Proyek PSEL ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang masuk ke TPA, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan bagi masyarakat.













