Politik & Pemerintahan

Bobby Nasution Desak PLN Tuntaskan Listrik Sumut: “Masyarakat Tak Minta Aneh-Aneh, Cuma Jangan Padam”

9
×

Bobby Nasution Desak PLN Tuntaskan Listrik Sumut: “Masyarakat Tak Minta Aneh-Aneh, Cuma Jangan Padam”

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, menerima kunjungan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut Ahmad Syauki di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (21/8/2025). (Foto : seputaranindonesia.com/ist)

MEDAN, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan pentingnya optimalisasi sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumut. Dalam pertemuannya dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumut, Ahmad Syauki, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (21/8/2025), Bobby menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan pelayanan listrik yang stabil dan merata hingga ke pelosok desa.

“Tugas kami di Pemprov Sumut adalah melayani masyarakat. Selama ini, keluhan soal listrik padam sering kami terima. Padahal, masyarakat tidak minta yang aneh-aneh, Pak. Mereka cuma ingin listriknya jangan padam,” ujar Bobby kepada pihak PLN.

Bobby juga menyoroti bahwa masih ada banyak wilayah di Sumut yang belum menikmati listrik secara menyeluruh. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan besar dalam mewujudkan berbagai program pemerintah provinsi, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan program unggulan Digitalisasi Pelayanan Publik CERDAS (Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif).

“Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tapi juga fondasi dari digitalisasi pelayanan publik yang sedang kita dorong. Bagaimana mau CERDAS kalau listrik belum masuk semua desa?” tambahnya.

Lebih lanjut, Bobby juga mendorong agar PLN meningkatkan kolaborasi dalam hal investasi energi. Ia menekankan bahwa potensi investasi sektor ini sangat besar dan bisa berdampak signifikan terhadap pencapaian target investasi Sumut.

“Kalau tak salah, nilai investasi untuk sektor ini bisa mencapai Rp28 triliun. Bayangkan kalau satu investor saja masuk, sudah bisa menyumbang separuh dari target investasi Sumut yang Rp53 triliun,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Syauki, yang baru dua bulan menjabat sebagai General Manager PLN UID Sumut, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada 45 desa di Sumut yang belum dialiri listrik. Faktor geografis seperti desa yang berada di pulau dan keterbatasan infrastruktur jaringan menjadi penyebab utamanya.

“Kami targetkan pada tahun 2027, seluruh desa sudah dialiri listrik. Untuk daerah terpencil atau kepulauan, kami gunakan energi surya dan baterai sebagai solusi sementara,” ungkap Ahmad.

Ia juga menambahkan bahwa dari total 4,5 juta pelanggan PLN di Sumut, sekitar 90% merupakan pelanggan rumah tangga. Sementara itu, kebutuhan industri difokuskan pada kawasan seperti Kawasan Industri Medan (KIM Star) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Dalam penguatan sistem kelistrikan, PLN juga akan mendapat tambahan daya sebesar 500 MW dari PLTA Batangtoru pada Desember mendatang.

“Penambahan ini sangat strategis untuk mendukung stabilitas listrik di Sumut. Kalau pun ada pemadaman sekarang, itu lebih karena kegiatan pemeliharaan sistem,” jelasnya.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumut Effendy Pohan, Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Fitra Kurnia, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sumbagut Dewanto, serta jajaran direksi PT PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *