Deli Serdang, Seputaranindonesia.com – Warung bernama Cafe Alam Kubur viral karena letaknya di tengah-tengah kuburan muslim dan ramai dikunjungi sejak Oktober 2024.
Warung ini berada di Jalan Tirta Deli, Gang Kamboja, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, dan dikelola Ki Ahmad Suhaidi sejak 13 Juli 2025.
Ki Ahmad menceritakan, sebelum membuka kafe, ia tinggal di kawasan itu selama tiga tahun, untuk menenangkan diri, karena dulunya rawan begal. Selama tinggal, ia pernah menyelamatkan lima korban begal. Ia mengatakan, “Saya tinggal sendirian, awalnya ingin menenangkan pikiran. Di sini gelap gulita, belum ada lampu. Tapi saya tetap tinggal.” Ia lalu menyarankan anaknya berdagang di sana. Awalnya hanya dengan becak dan perlengkapan sederhana. Lama kelamaan, kafe terbentuk dan dikenal masyarakat. Warga pun ikut mendukung. Kehadiran kafe ini membuat lingkungan jadi terang, ramai, dan membuka akses jalan pintas yang dulunya tertutup. Kafe itu kini telah berjalan sekitar sembilan bulan.
Ki Ahmad juga menyebut dirinya guru tasawuf. Ia membuka forum komunikasi dan pengajian untuk masyarakat. “Saya mengajarkan kesadaran manusia dari ilmu tasawuf,” katanya.
Di tempat yang sama, Suparti, salah satu pengelola warung, membenarkan kafe telah berdiri sembilan bulan. Ia mengaku mengalami kejadian mistis. Ia berkata, “Awal buka, saya dengar suara keras seperti duren jatuh, ternyata kepala puntung di samping warung.” Ia juga pernah melihat sosok putih tinggi besar tanpa kaki saat mencuci piring. Menurutnya, itu kuntilanak. “Saya tak berani lihat mukanya, cuma bajunya putih, gantung di atas pohon,” ungkapnya.
Selain itu, Suparti mengaku pernah melihat makhluk besar berbulu di jurang belakang warung. “Itu genderuwo, muncul setelah sebulan buka,” ujarnya. Ia juga menyebut beberapa pengunjung pernah kesurupan. Tapi, semua bisa diatasi oleh suaminya yang dianggap juru kunci.
Menurut Suparti, pengunjung datang dari berbagai daerah, bahkan hingga Aceh dan Jawa Tengah. Kafe tetap ramai hingga pukul dua dini hari. “Pernah Minggu sore, jam setengah enam, ada suara perempuan pesan kopi, padahal tak ada orang,” ceritanya. Meski sering alami hal mistis, ia tetap yakin usahanya berkah. “Aku bilang aku cari makan, jangan diganggu. Kita saudara, bantu aku cari nafkah,” pungkasnya.
Keberadaan Cafe Alam Kubur ini mengundang rasa penasaran publik. Meski lokasi di antara makam dan cerita mistis mewarnai, warga tetap datang karena suasana unik dan nuansa spiritual yang ditawarkan. Namun, sesuai hukum yang berlaku, apabila terdapat unsur penodaan tempat sakral atau penyalahgunaan lahan, pihak berwenang bisa meninjau kembali izin usaha. Hingga kini, belum ada laporan pelanggaran hukum terkait aktivitas di kafe tersebut.













