Berita Utama & HeadlinePolitik & Pemerintahan

Seluruh Kepala Daerah Sumut Teken Pakta Integritas, Pastikan SPMB 2025 Bersih dan Transparan

5
×

Seluruh Kepala Daerah Sumut Teken Pakta Integritas, Pastikan SPMB 2025 Bersih dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Suasana penandatanganan pakta integritas oleh para kepala daerah dan perwakilan instansi pendidikan sebagai komitmen mendukung SPMB bersih di Sumut, Medan, Rabu (14/5/2025). (Foto: Ist./seputaranindonesia.com).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Seluruh kepala daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menandatangani pakta integritas demi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 berjalan dengan tertib, jujur, transparan, dan lebih manusiawi. Penandatanganan ini menjadi komitmen kuat untuk mewujudkan SPMB yang bersih agar semua peserta didik di Sumut mendapat akses pendidikan berkualitas. Acara tersebut berlangsung dalam Konsolidasi Wilayah dan Penandatanganan Pakta Integritas yang digelar Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Jalan Sutomo Nomor 1 Medan, Rabu (14/5/2025).

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Effendy Pohan, menegaskan bahwa SPMB bukan sekadar soal siapa diterima di sekolah mana, tetapi soal kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan. “Ini adalah soal keadilan bagi seluruh anak-anak Sumut, baik yang tinggal di kota, desa, daerah pesisir, maupun daerah terpencil. Semua punya hak yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Effendy juga mengingatkan pentingnya tata kelola pendidikan yang adil dan transparan sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen mendukung SPMB bersih sebagai titik perubahan, sekaligus menjadikan Sumut contoh pelaksanaan SPMB yang adil dan transparan di Indonesia.

Sekda Sumut menegaskan, “Tidak ada anak yang tertolak hanya karena alasan ‘tidak ada orang dalam’, tidak ada ‘jalur belakang’, tidak ada titipan, tidak ada pungutan liar atau manipulasi data. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas. Jika ada keraguan, kita harus transparan. Karena ketika satu anak saja merasa dikecewakan oleh sistem ini, kita semua ikut gagal menjaga keadilan.”

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menyediakan pendidikan bermutu yang dapat diakses semua kalangan secara berkeadilan. “Saya berharap juknis penerimaan sudah diterima oleh seluruh daerah sehingga pelaksanaan bisa berjalan lancar,” katanya.

Kepala BPMP Sumut, Tajuddin Idris, menjelaskan bahwa SPMB 2025 telah dibuka sejak 15 Mei 2025 dengan berbagai jalur pendaftaran, seperti domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. “Semua petunjuk teknis sudah ditandatangani dan diserahkan ke kabupaten/kota, menunjukkan komitmen terbuka kita dalam pelaksanaan SPMB,” jelas Tajuddin.

Tahun ajaran 2025/2026 ini, SPMB di Sumut mencakup 438 sekolah SMA dengan 2.627 rombongan belajar dan 94.579 siswa, serta 281 sekolah SMK dengan 1.788 rombongan belajar dan 64.356 siswa. Jadwal pendaftaran tahap I dan II diatur secara terpisah berdasarkan wilayah cabang dinas.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, kepala sekolah se-Sumut, Forkopimda, serta para pemerhati pendidikan dan undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *