Berita Utama & HeadlinePolitik & Pemerintahan

Rico-Zaki Janji Latih Pedagang Pasar Tradisional Manfaatkan Digital, Siap Bawa Medan Menuju Era Baru

14
×

Rico-Zaki Janji Latih Pedagang Pasar Tradisional Manfaatkan Digital, Siap Bawa Medan Menuju Era Baru

Sebarkan artikel ini
Suasana debat publik pertama kandidat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada Jumat malam (8/11/2024) di Four Point by Sheraton, Jalan Gatot Subroto Medan. (seputaranindonesia.com/Foto: ist).

MEDAN, seputaranindonesia.com – Pada Jumat malam (8/11/2024), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menyelenggarakan debat publik pertama para calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Acara yang berlangsung di Four Points by Sheraton, Jalan Gatot Subroto, Medan, mengangkat tema besar “Mensejahterakan Masyarakat dan Pembangunan Daerah Kota Medan”. Debat ini menjadi ajang bagi calon-calon pemimpin kota Medan untuk menyampaikan visi mereka dalam membangun kota ini di masa depan.

Panelis dalam debat ini terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka, seperti Prof. Kusbianto, Mantan Rektor Universitas Darmawangsa, Assoc. Prof. Zainuddin, Dosen Fakultas Hukum UMSU, Faisal Marawa, Dosen FISIP USU, Truli Okto Purba, seorang jurnalis, dan Agussyah R. Damanik, Mantan Ketua KPU Medan. Mereka memberikan pertanyaan dan pandangan kritis untuk mengukur komitmen para calon dalam membangun Medan.

Tiga pasangan calon yang berlaga dalam debat ini adalah:

Nomor urut 1: Rico Tri Putra Bayu Waas dan Zakiyuddin Harahap

Nomor urut 2: Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani

Nomor urut 3: Hidayatullah dan Ahmad Yasyir Ridho Loebis

Pada kesempatan ini, pasangan calon nomor urut 1, Rico Tri Putra Bayu Waas (Rico Waas) dan H. Zakiyuddin Harahap (Zaki), mengungkapkan visi mereka untuk meningkatkan pemberdayaan pedagang pasar tradisional dengan memanfaatkan teknologi digital. Dalam sesi tanya jawab dengan panelis, Rico menegaskan pentingnya melibatkan pedagang pasar tradisional dalam era digitalisasi yang tengah berkembang pesat.

“Kami akan melatih pedagang pasar tradisional agar mereka dapat memanfaatkan dunia digital, sehingga mereka bisa berjualan baik secara online maupun offline,” ujar Rico yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari pendukungnya yang hadir.

Lebih jauh, pasangan ini juga berencana untuk memberikan akses yang lebih mudah bagi produk-produk pedagang agar dapat masuk ke dalam platform marketplace. “Kami ingin memastikan bahwa produk UMKM lokal dapat lebih mudah dipasarkan dan diprioritaskan di marketplace,” tambah Rico.

Tidak hanya itu, Rico-Zaki juga mengusulkan penggunaan sistem Economic Forecasting untuk membantu pedagang memprediksi tren ekonomi masa depan. Dengan sistem digital ini, para pedagang bisa mengetahui produk apa yang akan laris, sehingga mereka bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing.

“Strategi ini akan membuat masyarakat Kota Medan semakin tertarik untuk berdagang, dengan harapan mereka bisa bersaing secara global dan menjual produk mereka dengan lebih baik,” jelas Rico lebih lanjut.

Acara debat yang berlangsung dengan lancar ini dihadiri oleh kedua pasangan calon lainnya, Ridha Dharmajaya dan Abdul Rani (nomor urut 2), serta H. Hidayatullah dan H. Ahmad Yasyir Ridho Loebis (nomor urut 3). Pendukung masing-masing pasangan terlihat antusias memberikan semangat dengan yel-yel yang bergema di sekitar lokasi debat, namun tetap mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh KPU Medan.

Debat ini menjadi momentum penting menjelang Pilkada Medan 2024 yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024. Masyarakat Kota Medan kini semakin penasaran dengan visi dan misi para calon yang siap membawa perubahan bagi kota ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *