Berita Utama & Headline

“Jalan Sudah Seperti Bubur”, Warga Medan Labuhan Minta Pemko dan Pihak Terkait Segera Turun Tangan

14
×

“Jalan Sudah Seperti Bubur”, Warga Medan Labuhan Minta Pemko dan Pihak Terkait Segera Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Kerusakan jalan di Simpang Kantor makin parah, drainase mampet tak kunjung diperbaiki meski warga sudah berulang kali gotong royong.

Kondisi terkini jalan berlubang dan genangan air di kawasan Simpang Kantor, Medan Labuhan. Jalan yang menjadi akses utama warga tampak rusak parah dan membahayakan pengendara. Medan Labuhan, Rabu (12/11/2025). (seputaranindonesia.com/Foto: Hendra Syahputra).

MEDAN LABUHAN, seputaranindonesia.com — Infrastruktur yang rusak parah dan sistem drainase yang tidak berfungsi di sejumlah titik di Kecamatan Medan Labuhan terus dikeluhkan warga. Kondisi ini menyebabkan genangan air kerap muncul setiap kali hujan, bahkan tak kunjung surut selama berhari-hari.

Pantauan di lapangan pada Rabu (12/11/2025) menunjukkan, di kawasan Simpang Kantor, Medan Labuhan, jalan yang berlubang besar serta aspal terkelupas sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Sementara itu, saluran drainase di sisi jalan tampak tidak berfungsi optimal karena penuh lumpur dan endapan sampah, sehingga aliran air tersumbat.

Jalan sudah seperti bubur, lubang di mana-mana. Kalau sudah banjir, anak-anak sekolah susah lewat, harus hati-hati takut jatuh. Genangan air ini bisa berhari-hari baru kering,” keluh Budi (45), salah satu warga setempat kepada wartawan.

Warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan. Kendaraan bermotor, terutama roda dua, kerap tergelincir karena lubang tertutup air. Akibatnya, risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan meningkat tajam.

Drainase Mati Suri, Warga Lelah Gotong Royong Sendiri

Masalah drainase menjadi sorotan utama masyarakat. Beberapa saluran air di Medan Labuhan tampak dangkal, tertutup lumpur, bahkan sebagian tidak memiliki penutup yang memadai. Kondisi ini membuat air hujan tak mampu mengalir ke saluran utama.

Kami sudah berkali-kali gotong royong, tapi percuma. Air dari parit tidak mau mengalir karena mampet total. Kami butuh pengerukan dan perbaikan permanen, bukan janji-janji,” ungkap Ibu Siti (50), pedagang di pinggir jalan yang sering menjadi korban banjir.

Kondisi tersebut memperlihatkan lemahnya koordinasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Medan Labuhan dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Padahal, UPT diharapkan berperan aktif melakukan pemeliharaan rutin dan memastikan infrastruktur lingkungan tetap berfungsi.

Desakan Serius ke Pemko Medan dan Dinas SDABMBK

Warga kini mendesak Wali Kota Medan dan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) agar segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memperlancar sistem drainase.

Kami ini juga warga Kota Medan, kami bayar pajak. Tolong perbaiki jalan dan parit kami. Jangan tunggu warga turun ke jalan karena merasa diabaikan,” tegas seorang perwakilan masyarakat dalam pertemuan kecil yang digelar di lokasi genangan air.

Jika tidak segera ditangani, warga khawatir kondisi jalan dan drainase yang rusak di Medan Labuhan ini akan memperparah dampak banjir, menghambat aktivitas ekonomi, serta mengganggu mobilitas masyarakat, terutama menjelang musim penghujan berikutnya.

Klarifikasi Dinas SDABMBK Kota Medan

Menanggapi keluhan warga, Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi, Fachrul, menjelaskan bahwa lokasi jalan rusak di Simpang Kantor Medan Labuhan merupakan pertemuan antara Jalan Nasional dan Jalan Provinsi.

Kita sudah sampaikan kepada dua belah pihak agar segera melakukan penanganan di titik tersebut,” ujar Fachrul saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *