Politik & Pemerintahan

Bantuan Darurat Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, Gubernur Sumut Tegaskan Prosedur Pengiriman Melalui Udara

5
×

Bantuan Darurat Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah, Gubernur Sumut Tegaskan Prosedur Pengiriman Melalui Udara

Sebarkan artikel ini

Gubernur Sumut Bobby Nasution Ungkapkan Tantangan dalam Penyaluran Bantuan Bencana melalui Helikopter, Pastikan Masyarakat Dapat Akses Pangan Secara Cepat

Petugas Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut sedang melakukan pemantauan distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Tengah. (seputaranindonesia.com/Foto: Istimewa).

Medan, seputaranindonesia.com – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, melalui Kepala Posko Darurat Bencana Pemprovsu yang juga Asisten Pemerintahan Setdaprovsu, Basarin Tanjung, memberikan penjelasan terkait prosedur dan standar operasional dalam penyaluran bantuan logistik melalui udara. Penegasan tersebut disampaikan untuk merespons video viral yang beredar mengenai kerusakan sebagian bantuan yang disalurkan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.

Menurut Basarin Tanjung, pengiriman bantuan logistik dilakukan dengan cara yang sesuai dengan kondisi darurat. “Harus bisa kita pahami juga mana SOP yang normal, mana SOP yang darurat. Tidak semua daerah dapat dijangkau dengan helikopter karena keterbatasan fasilitas seperti helipad. Salah satu cara yang kita lakukan untuk mendistribusikan bahan pangan adalah dengan menjatuhkannya dari helikopter,” jelas Basarin, menjawab keluhan masyarakat terkait kerusakan bantuan.

Meskipun ada laporan mengenai kerusakan pada beberapa paket bantuan, Basarin menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari tantangan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan di daerah dengan akses terbatas. Ia juga menambahkan, “Ada satu dua mungkin yang rusak, itu akan kita perbaiki ke depannya. Tapi niatan kita adalah agar masyarakat bisa segera mengakses bantuan pangan ini dan tidak ada kekhawatiran di masyarakat.”

Pemprov Sumut juga terus berupaya memaksimalkan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak, terutama di wilayah yang masih terisolasi akibat bencana. Upaya tersebut termasuk meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak dan memastikan bantuan segera diterima oleh warga yang membutuhkan.

Basarin menambahkan, meskipun jalur utama Medan–Tapanuli Tengah melalui Tarutung masih belum bisa dilalui, pihaknya tetap berupaya untuk membuka akses darat. “Jalur darat dari Medan ke Tapteng lewat 10 Salak, itu pun jalan kecil untuk mobil kecil. Kalau untuk lintas Sumatera lewat Tarutung, belum bisa,” terangnya. Namun, ia memastikan bahwa pekerjaan perbaikan jalan tetap dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Sementara itu, Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut terus menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk BUMN, BUMD, serta lembaga lainnya. Jenis bantuan yang telah diterima antara lain beras, air mineral, mie instan, pakaian, perlengkapan bayi, perlengkapan ibu, sabun, obat-obatan, minyak goreng, dan makanan kaleng.

Saat ini, tercatat sebanyak 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak bencana alam, termasuk di antaranya Tapanuli Tengah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor. Pemprov Sumut berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal agar bantuan segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *