Uncategorized

Plt. Wali Kota Medan: Pengelolaan Sampah Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

7
×

Plt. Wali Kota Medan: Pengelolaan Sampah Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Hal ini disampaikan Plt. Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, yang diwakili Staf Ahli Walikota Emilia Lubis, pada acara Sosialisasi "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan & Kelurahan di Kota Medan Tahun 2024," Rabu (6/11). (seputaranindonesia.com/istimewa)
Pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Hal ini disampaikan Plt. Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, yang diwakili Staf Ahli Walikota Emilia Lubis, pada acara Sosialisasi "Optimalisasi Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan & Kelurahan di Kota Medan Tahun 2024," Rabu (6/11). (seputaranindonesia.com/istimewa)

Medan,seputaranindonesia.com – Pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Hal ini disampaikan Plt. Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, yang diwakili Staf Ahli Walikota Emilia Lubis, pada acara Sosialisasi “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Tingkat Kecamatan & Kelurahan di Kota Medan Tahun 2024,” Rabu (6/11).

Emilia menjelaskan bahwa Kota Medan menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, dengan volume sampah yang diperkirakan mencapai 2.000 ton per hari pada 2023. Namun, hanya sekitar 800 ton yang dapat ditangani dengan baik, sementara sisanya berpotensi mencemari lingkungan.

Untuk itu, Pemko Medan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mencari solusi efektif, termasuk mendorong penerapan sistem 3R (reduce, reuse, recycle) dari tingkat rumah tangga hingga kelurahan. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus memberi manfaat ekonomi melalui daur ulang sampah.

Dalam kegiatan ini, Emilia berharap para camat dan lurah dapat memahami peran penting mereka dalam mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang lebih baik. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung program bank sampah dan pengelolaan sampah organik untuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kabag Sumber Daya Alam Setdako Medan, Mulia Rahmat Nasution, menambahkan bahwa peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan volume sampah, terutama di perumahan, tempat wisata, dan fasilitas umum. Diperlukan sistem pengelolaan sampah yang baik dan sarana yang memadai untuk menangani masalah ini secara efektif.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu agar aman bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *